INFO

Klik ikon tanda panah di samping judul soal untuk membuka/menampilkan Jawaban .

Proposal Form (SPPA) dan Pengumpulan Informasi

Soal 5.1: Pengertian, Fungsi, dan Prinsip Kerja Proposal Form (SPPA)

Uraikan pengertian, fungsi, dan prinsip kerja proposal form (SPPA) serta jelaskan perbedaannya dengan quotation dalam prosedur underwriting.

Soal 5.2: Informasi Umum dan Khusus dalam Proposal Form

Identifikasikan informasi umum (seperti identitas dan riwayat klaim) serta informasi khusus (berdasarkan lini asuransi) yang biasanya ditanyakan dalam proposal form.

Soal 5.3: Informasi Spesifik dalam Proposal Form Asuransi Kecelakaan Diri

Sebutkan hal-hal utama yang secara spesifik ditanyakan dalam proposal form asuransi kecelakaan diri (personal accident).

Soal 5.4: Cara Modern Pengumpulan Informasi Risiko

Uraikan 2 (dua) alternatif cara modern dalam pengumpulan informasi risiko selain menggunakan formulir konvensional untuk produk asuransi individual.

Soal 5.5: Fungsi dan Implikasi Hukum Declaration dan Attestation Clause

Jelaskan fungsi dan implikasi hukum dari bagian deklarasi (declaration), peringatan, serta attestation clause yang terdapat pada akhir sebuah proposal form.


Piramida Informasi dalam Perusahaan Asuransi

Soal 5.6: Tiga Tingkatan Piramida Informasi Perusahaan Asuransi

Uraikan 3 (tiga) tingkatan dalam piramida informasi perusahaan asuransi (Board, Managerial, Operational) dan jelaskan cakupan data pada level operasional dalam proses underwriting.


Polis Asuransi: Definisi, Kontrak, dan Karakteristik

Soal 5.7: Definisi Polis Asuransi dan Tiga Karakteristik Utamanya

Uraikan definisi polis asuransi sebagai bukti kontrak serta jelaskan 3 (tiga) karakteristik utama polis dalam konteks perjanjian pertanggungan.

Soal 5.8: Penerapan Offer and Acceptance dalam Penerbitan Polis

Jelaskan penerapan prinsip offer and acceptance dalam proses penerbitan quotation dan polis asuransi.

Soal 5.9: Bagian Information and Facilities dalam Polis

Uraikan isi dari bagian information and facilities pada polis asuransi yang mengatur hak, kewajiban, dan tata cara komunikasi antara pihak.

Soal 5.10: Penanganan Klaim Sebelum Polis Diterbitkan

Jelaskan bagaimana penanganan klaim dilakukan jika terjadi kerugian pada saat polis belum diterbitkan namun sudah ada kesepakatan penutupan asuransi.

Soal 5.11: Mengapa Caveat Emptor Tidak Tepat dalam Kontrak Asuransi

Uraikan alasan mengapa prinsip caveat emptor (pembeli berhati-hati) dianggap tidak tepat untuk diterapkan dalam kontrak asuransi.


Regulasi OJK (POJK No. 23/2015) tentang Produk dan Polis

Soal 5.12: Kriteria Produk Asuransi, Penamaan, dan Produk Standar

Berdasarkan peraturan OJK, uraikan kriteria utama yang harus dipenuhi oleh sebuah produk asuransi, ketentuan pemberian nama produk, serta definisi produk asuransi standar.

Soal 5.13: Ketentuan Wajib dalam Polis dan Aturan Penggunaan Bahasa

Sebutkan minimal 7 (tujuh) ketentuan wajib yang harus dicantumkan dalam sebuah polis asuransi serta jelaskan aturan penggunaan bahasa dalam polis tersebut.


Struktur dan Klausul Polis

Soal 5.14: Tujuh Bagian Utama Struktur Polis Asuransi

Jelaskan 7 (tujuh) bagian utama yang membentuk struktur sebuah polis asuransi (seperti Heading, Preamble, Operative Clause, dll).

Soal 5.15: Fungsi dan Isi Klausul-Klausul Utama Polis

Uraikan secara mendalam mengenai fungsi dan isi dari:

  • Preamble / Recital Clause (Klausul Pembukaan)

  • Operative Clause (Klausul Jaminan)

  • Schedule / List (Ikhtisar Polis)

  • Klausul tambahan dan endorsements


Syarat-Syarat Polis (Conditions)

Soal 5.16: Implied Conditions vs Express Conditions

Jelaskan perbedaan antara implied conditions (syarat tersirat) dan express conditions (syarat tertulis) serta berikan contohnya masing-masing.

Soal 5.17: Jenis-Jenis Conditions dalam Polis Asuransi

Uraikan perbedaan antara:

  • Conditions precedent to the contract

  • Conditions subsequent to the contract

  • Conditions precedent to liability

Soal 5.18: Lima Hal Pokok dalam General Conditions Polis

Sebutkan minimal 5 (lima) hal pokok yang diatur dalam kondisi umum (general conditions) polis.


Warranty dan Representation

Soal 5.19: Perbedaan Warranty dan Representation serta Konsekuensi Hukumnya

Uraikan perbedaan karakteristik antara warranty (garansi/janji) dan representation (pernyataan) serta jelaskan konsekuensi hukum bagi tertanggung jika terjadi pelanggaran warranty.


Utmost Good Faith dan Duty of Disclosure

Soal 5.20: Prinsip Utmost Good Faith dan Penerapannya

Uraikan pengertian prinsip utmost good faith (uberrima fides) serta bagaimana penerapannya pada pihak tertanggung maupun penanggung dalam kontrak asuransi.

Soal 5.21: Material Facts dan Fakta yang Tidak Wajib Diungkapkan

Jelaskan pengertian material facts (fakta material) dan uraikan 6 (enam) jenis fakta yang tidak wajib diungkapkan oleh calon tertanggung.

Soal 5.22: Non-Disclosure vs Misrepresentation

Uraikan perbedaan antara non-disclosure (penyembunyian fakta) dan misrepresentation (salah pernyataan).

Soal 5.23: Jangka Waktu dan Status Penerapan Duty of Disclosure

Jelaskan jangka waktu dan status penerapan duty of disclosure pada saat permulaan, selama jangka waktu polis, perpanjangan, hingga pada kontrak asuransi jangka panjang (long-term insurance).

Soal 5.24: Cara Penanggung Mendapatkan Fakta Material

Identifikasikan cara-cara penanggung mendapatkan fakta material serta uraikan tanggung jawab penanggung dalam memastikan prinsip keterbukaan ini terpenuhi.

Soal 5.25: Ketentuan Duty of Disclosure dalam PSAKI

Berdasarkan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI), uraikan ketentuan mengenai kewajiban pengungkapan fakta, syarat penanggung melaksanakan opsi pembatalan, serta konsekuensi hukum jika tertanggung melakukan pelanggaran atau laporan tidak benar (fraudulent report).

Soal 5.26: Pengertian Concealment dan Pilihan Tindakan Penanggung

Uraikan pengertian concealment dan pilihan tindakan yang tersedia bagi penanggung jika hal tersebut terjadi.


Premi Asuransi

Soal 5.27: Terminologi dalam Penetapan Premi

Jelaskan terminologi berikut dalam penetapan premi:

  • Premium rate (suku premi)

  • Premium base (dasar perhitungan premi)

  • Perbedaan adjustable premium dan flat premium

Soal 5.28: Faktor Pertimbangan Penetapan Premi dan Konsekuensi Non-Payment

Uraikan 4 (empat) faktor pertimbangan underwriter dalam menetapkan premi serta jelaskan konsekuensi hukum jika terjadi kegagalan pembayaran premi (non-payment of premium).


Perpanjangan Polis (Renewal)

Soal 5.29: Tanggal Perpanjangan Polis dan Renewal Notice

Uraikan pentingnya tanggal perpanjangan polis, mekanisme surat pemberitahuan perpanjangan (renewal notice), serta alasan mengapa perpanjangan sangat penting bagi perusahaan asuransi.

Soal 5.30: Grace Period dalam PSAKBI dan Perbedaannya dengan Days of Grace

Jelaskan pengertian grace period (tenggang waktu pembayaran) dalam PSAKBI serta bedakan dengan konsep days of grace pada saat perpanjangan.

Soal 5.31: Long-Term Agreements (LTA)

Uraikan pengertian dan keuntungan bagi kedua belah pihak dalam penggunaan Long-Term Agreements (LTA).


Dokumen Sementara dan Pendukung

Soal 5.32: Fungsi dan Isi Cover Note serta Sertifikat Asuransi

Uraikan fungsi, tujuan, dan isi dari dokumen berikut:

  • Cover notes (nota penutupan sementara)

  • Sertifikat asuransi


Pendekatan Nasabah

Soal 5.33: Keputusan Pembelian Asuransi oleh Tertanggung Individual

Uraikan alasan mengapa keputusan tertanggung individual untuk membeli polis umumnya tidak melalui proses formalized approach dan bagaimana tahapan manajemen risiko yang biasanya mereka ambil secara mandiri.